Jemaat Tunjungsekar berulang tahun ke-29 pada saat seluruh umat Kristiani sedang menghayati Masa Pra Paskah, yaitu pada 24 Maret 2025. Dan puncak perayaannya digelar pada 20 April 2025, bersamaan dengan perayaan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian atau Paskah. Tentunya hal tersebut merupakan momen yang sangat istimewa bagi warga Jemaat Tunjungsekar.
Selain itu, pada kesempatan yang sama Jemaat Tunjungsekar juga mengundang warga masyarakat di sekitar gereja untuk berbagi sukacita Paskah dan ulang tahun. Dan yang membuat acara ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya adalah kehadiran Walikota Malang, Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, MM., dalam rangka perkunjungan sekaligus ngugemi semangat mewujudkan toleransi antar umat beragama.
Refleksi dalam usaha untuk menghayati makna dari kedua momen tersebut terasa lebih mendalam mengingat Paskah dan juga peristiwa kelahiran atau berdirinya sebuah jemaat sama-sama berbicara tentang permulaan ‘kehidupan’. Dalam kotbah Ibadah Paskah, Pdt. Retnosari, M.Th -selaku pendeta jemaat- menekankan kembali tentang makna kehidupan yang sesungguhnya. Bahwa hidup adalah masuk dan menjadi bagian dari kehidupan di dunia ini, bukan malah menarik diri. Hal ini sejalan dengan apa yang menjadi tema ulang tahun GKJW Jemaat Tunjungsekar ke-29, yaitu Ditanam untuk Berbuah (Lukas 13: 6-9). Tema tersebut memberikan dorongan kepada warga jemaat agar selalu siap berbuah atau berkarya bagi kehidupan bergereja maupun bermasyarakat.
Pernyataan senada juga diutarakan oleh Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, MM., dalam sambutannya. Bahwa usia 29 tahun adalah usia yang tidak muda lagi, tetapi penuh dengan ‘kematangan’ dan kontribusi nyata dalam membangun spiritual, solidaritas dan pengabdian bagi lingkungan sekitar. Beliau juga mengharapkan Jemaat Tunjungsekar dapat melangkah beriringan dengan pemerintah Kota Malang dengan berpartisipasi aktif mewujudkan kesejahteraan bersama. Selanjutnya, walikota Malang tersebut juga mengingatkan kembali tentang pentingnya sikap menghargai keberagaman. Sejatinya, keberagaman yang ada merupakan anugerah yang patut disyukuri bukan sebuah penghalang yang memecah belah.
Acara perayaan Paskah dan HUT ke-29 GKJW Jemaat Tunjungsekar digelar sekitar pukul 07.00 WIB atau setelah warga jemaat bersama-sama beribadah dalam Ibadah Paskah. Rangkaian acara perayaan cukup panjang dan meriah, meliputi Jalan Sehat, sarapan pagi bersama, penampilan Gerak dan Lagu, penampilan Yel-Yel dari beberapa kelompok, pembagian hadiah dan doorprize untuk warga jemaat dan masyarakat yang hadir.
Suasana sukacita sangat terasa dalam acara tersebut. Setelah sempat berinteraksi dan bernyanyi bersama, kebersamaan warga dan Walikota Malang ditutup dengan penyerahan bingkisan dari Jemaat Tunjungsekar sebagai bentuk ungkapan terima kasih. Bingkisan yang diserahkan oleh Pdt. Retnosari M.Th., kepada Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, MM., tersebut berupa aneka barang produksi UMKM warga Jemaat Tunjungsekar.
Menjadi harapan bersama bahwa sukacita tersebut dapat menjadi ‘sumbu’ yang mampu menjalarkan penghayatan makna Paskah dan penambahan usia, menjadi tindakan nyata untuk berbuah dan menjadi berkat bagi kehidupan bersama.